Bill Walton, Pemain Hall of Fame NBA yang Menjadi Podcaster, Meninggal di Usia 71

GARDAJP

Atlet, yang udah lama berjuang melawan kanker, membintangi UCLA Bruins karya John Wooden. Bill Walton tidak dulu cemas jadi dirinya sendiri. Selain menonton TV atau Film, bermain games juga dapat membantu ketika sedang bosan loh. Di situs GARDAJP banyak sekali berbagai jenis games yang bisa kamu coba mainkan!

Lebih besar dari kehidupan, cuma beberapa karena tinggi badannya yang hampir 7 kaki, Walton adalah juara NCAA dua kali di UCLA, juara dua kali di NBA, penerima penghargaan Basketball Hall of Fame, ikon di lapangan dalam tiap tiap pertandingan. makna kata tersebut. Dan di luar lapangan, Walton adalah seorang pencari kesenangan kronis, seorang penyiar yang tidak menganut norma-norma konvensional dan terlampau menikmati perihal tersebut, seorang pria bersama dengan segi yang terlampau benar-benar berkenaan hal-hal yang paling mutlak baginya.

“Bill Walton,” kata komisaris NBA Adam Silver, “benar-benar unik.”

Walton meninggal Senin pada usia 71 th. sehabis berjuang berkepanjangan melawan kanker, liga memberitakan atas nama keluarganya. Dia adalah MVP NBA pada musim 1977-78, pemain terbaik keenam di liga pada 1985-86, dan bagian tim peringatan 50 th. dan peringatan 75 th. liga. Itu mengikuti karir kuliahnya di mana ia berkembang pas bermain di bawah asuhan pelatih John Wooden di UCLA, jadi pemain nasional terbaik tiga kali.

“Saya sedih hari ini mendengar bahwa kawan aku dan keliru satu juara dan karakter yang paling dicintai di dunia olahraga udah meninggal dunia,” Julius “Dr. J” Erving, sesama Hall of Famer, menulis di media sosial. “Bill Walton menikmati hidup dalam segala hal. Bersaing melawannya dan bekerja bersamanya adalah sebuah berkah dalam hidup saya.”

Penghormatan langsung mengalir, dan NBA mengadakan momen mengheningkan cipta untuk memperingati kehidupan Walton sebelum Game 4 pertandingan Boston Celtics-Indiana Pacers di final Wilayah Timur pada Senin malam.

Walton, yang masuk Hall of Fame pada th. 1993, adalah keliru satu tokoh paling kondang dalam permainan ini. Karirnya di NBA – terganggu oleh cedera kaki gawat – cuma bertahan 468 pertandingan kecuali digabungkan bersama dengan Portland Trail Blazers, San Diego/Los Angeles Clippers, dan Celtics. Dia rata-rata mencetak 13,3 poin dan 10,5 rebound pada game-game tersebut, tidak satu pun dari angka selanjutnya yang memecahkan rekor.

Meski begitu, pengaruhnya pada permainan terlampau besar.

“Saya mencintainya sebagai kawan dan kawan satu tim,” kata legenda Celtics Larry Bird. “Sungguh menyenangkan bagi aku untuk bermain bersama dengan idola masa kecil aku dan bersama-sama kita meraih gelar juara NBA pada th. 1986. Dia adalah keliru satu pemain terhebat yang dulu memainkan permainan ini. Saya percaya seluruh kawan satu tim aku serupa bersyukurnya bersama dengan aku karena mampu mengenal Bill. Dia terlampau suka mengetahuinya dan dia akan terlampau dirindukan.”

Permainan Walton yang paling kondang adalah pertandingan perebutan gelar NCAA th. 1973, UCLA melawan Memphis, di mana ia menembakkan 21 dari 22 tembakan dari lapangan dan memimpin Bruins ke kejuaraan nasional lainnya.

“Salah satu penjaga aku berkata, ‘Ayo kita cobalah yang lain,’” kata Wooden kepada The Associated Press pada th. 2008 untuk retrospektif peringatan 35 th. permainan itu.

Tanggapan Wooden selama pas menunggu tersebut: “Mengapa? Jika tidak rusak, jangan diperbaiki.”

Mereka konsisten menambahkan bola kepada Walton, dan dia konsisten menambahkan performa terbaiknya selama berabad-abad.

“Sangat susah untuk menjelaskan bersama dengan kata-kata apa maksudnya bagi program UCLA, serta pengaruhnya yang luar biasa pada bola basket perguruan tinggi,” kata pelatih UCLA Mick Cronin, Senin. “Di luar pencapaiannya yang luar biasa sebagai pemain, energinya yang ga ada henti, antusiasme pada permainan, dan keterusterangannya yang tak tergoyahkan merupakan tanda-tanda kepribadiannya yang luar biasa.

“Sulit memikirkan satu musim di Pauley Pavilion tanpa dia.”

Ketika Walton pensiun dari NBA, dia beralih ke dunia penyiaran, suatu hal yang tidak dulu dia sangka mampu dia kuasai – dan sebuah jalan yang kadang waktu dia hiraukan akan barangkali untuknya, karena dia dulu mengalami kegagapan dalam hidupnya.

Ternyata, dia hebat dalam bidang penyiaran: Walton adalah pemenang Emmy, selanjutnya dinobatkan sebagai keliru satu dari 50 penyiar olahraga terbaik selama masa oleh American Sportscasters Association dan bahkan keluar dalam daftar buku terlaris The New York Times untuk memoarnya, Back from orang mati. Film ini bercerita berkenaan cedera punggung yang melemahkan yang dideritanya pada th. 2008, yang membuatnya perhitungkan untuk bunuh diri karena rasa sakit yang terus-menerus, dan bagaimana ia menggunakan pas bertahun-tahun untuk pulih.

“Saya menekuni beberapa besar hidup aku sendirian. Tapi begitu aku tiba di lapangan, aku baik-baik saja,” kata Walton kepada surat kabar The Oregonian untuk sebuah cerita yang diterbitkan pada th. 2017. “Tetapi dalam hidup, aku terlampau mengetahui diri, rambut merah, hidung besar, bintik-bintik dan wajah konyol, terlihat kutu buku dan tidak mampu bicara serupa sekali. Saya terlampau pemalu dan tidak dulu mengucapkan sepatah kata pun. Kemudian, saat aku berusia 28 tahun, aku studi berbicara. Ini jadi pencapaian terbesar dalam hidup aku dan mimpi jelek terbesar orang lain.”

Bagian terakhirnya semata-mata hiperbola Walton. Dia dikenal karena siaran langsungnya dan kadang waktu keluar di siaran bersama dengan kaus Grateful Dead; Walton adalah pengagum berat band ini dan sering merujuknya, bahkan kadang waktu merekam acara pribadi radio satelit untuk merayakan apa artinya jadi “Deadhead”.

IKLAN

Dan Konferensi Pac-12, yang pada dasarnya udah menguap dalam banyak perihal saat ini karena penataan kembali perguruan tinggi, adalah keliru satu dari banyak perihal yang disukainya. Ia selalu menyebutnya sebagai “Konferensi Para Juara” dan memujinya hingga akhir.

“Tidak tersedia yang lebih baik dari ini,” dia dulu bicara dalam sebuah siaran, mengenakan kaos oblong dan lei Hawaii di lehernya.

Walton terlibat dalam siaran pertandingan perguruan tinggi dan NBA untuk CBS, NBC dan ABC/ESPN dalam karirnya, serta mobilisasi tugas bekerja untuk Clippers dan Sacramento Kings sebagai analis. Dia kembali ke ESPN dan Jaringan Pac-12, lebih jauh menggembar-gemborkan akar liganya, pada th. 2012.

“Bill Walton adalah pemain legendaris dan kepribadian tunggal yang bersama dengan tulus menjunjung tiap tiap pengalaman selama perjalanan hidupnya yang luar biasa,” kata ketua ESPN Jimmy Pitaro. “Bill sering menggambarkan dirinya sebagai ‘pria paling untung di dunia’, tapi siapa pun yang mempunyai peluang untuk berinteraksi bersama dengan Bill adalah orang yang beruntung. Dia terlampau istimewa, orang yang berikan dan selalu meluangkan pas untuk orang lain. Semangat unik Bill memikat dan menginspirasi pemirsa selama karir keduanya sebagai penyiar yang sukses.”

Namun Walton akan selalu sama bersama dengan dominasi UCLA.

Dia mendaftar di sekolah selanjutnya pada th. 1970, sebelum mahasiswa baru mampu bermain di tim universitas. Begitu dia mampu bermain untuk Wooden, Bruins tidak terkalahkan selama lebih dari dua th. — tim UCLA asuhan Walton memenangkan 73 pertandingan pertama mereka, beberapa besar dari 88 kemenangan beruntun Bruins yang luar biasa. Itu terjadi pas melawan Notre Dame pada th. 1974, kekalahan 71-70 di mana Walton menembakkan 12 untuk 14 dari lapangan.

“Kepergian Bill Walton adalah tragedi yang menyedihkan. Salah satu yang terhebat dalam histori bola basket UCLA,” Digger Phelps, yang melatih tim Notre Dame tersebut, memposting pada hari Senin di media sosial. “Kami berkenalan baik selama bertahun-tahun. Ini tidak akan serupa tanpa dia.”

UCLA mencatat rekor 30-0 dalam dua musim pertama Walton, dan 86-4 dalam kariernya di tim universitas.
“Rekan satu tim saya… membawa dampak aku jadi pemain bola basket yang jauh lebih baik daripada diri aku sendiri,” kata Walton pada pidatonya di Hall of Fame pada th. 1993. “Konsep tim selalu jadi faktor bola basket yang paling menarik bagi saya. Jika aku tertarik pada kesuksesan individu atau olahraga individu, aku akan pilih tenis atau golf.”

Walton memimpin Portland meraih gelar NBA pada th. 1977, sesudah itu meraih gelar juara keduanya bersama dengan Boston pada th. 1986.

Info Lebih Lagi Tentang Bill Walton

“Bill Walton adalah seorang ikon,” kata Jody Allen, ketua Trail Blazers. “Kepemimpinan dan kegigihannya di lapangan adalah kunci untuk menghadirkan kejuaraan kepada para pengagum kita dan pilih keliru satu momen paling ajaib dalam histori franchise. Kami akan selalu menjunjung apa yang dia bawa ke komunitas kita dan olahraga bola basket.”

Celtics mengeluarkan pengakuan yang mengatakan: “Bill Walton adalah keliru satu pemain paling mutlak di masanya. … Walton mampu melaksanakan semuanya, mempunyai timing yang tepat, visi yang lengkap, fundamental yang terlampau baik dan merupakan keliru satu orang bersama dengan passing terbaik dalam histori liga.”

Walton menganggap dirinya untung udah dibimbing oleh dua pemikir terhebat dalam permainan ini, yakni Wooden dan patriark Celtics, Red Auerbach.

“Terima kasih John, dan menerima kasih Red, karena udah menjadikan hidup aku seperti saat ini ini,” kata Walton dalam pidatonya di Hall of Fame. Jangan lupa cobain main games di situs yang pastinya sudah aman dan terpercaya banget yaitu GARDAJP.

Walton adalah pilihan No. 1 oleh Portland pada draft th. 1974. Ia menyebut Bill Russell adalah pemain favoritnya dan menyebut Bird sebagai pemain terberat dan terbaik yang dulu bermain bersamanya, supaya pantas kecuali karier bermainnya berakhir sebagai bagian Celtics. “Bermain bola basket bersama dengan Larry Bird,” Walton dulu berkata, “seperti bernyanyi bersama dengan Jerry Garcia,” merujuk pada keliru satu pendiri Grateful Dead.

Di tahun-tahun terakhirnya, Walton bicara berkenaan isu-isu yang paling mutlak baginya, seperti masalah tunawisma di kota asalnya, San Diego, dan mendesak para pemimpin kota untuk mengambil alih tindakan dan menciptakan ruang pemberian untuk menolong mereka yang membutuhkan.

“Apa yang paling aku ingat berkenaan dia adalah semangat hidupnya,” kata Silver dalam sebuah pernyataan. “Dia selalu hadir di acara-acara liga – selalu ceria, tersenyum lebar dan menginginkan sharing kebijaksanaan dan kehangatannya. Saya menjunjung persahabatan dekat kami, iri bersama dengan energinya yang tak terbatas, dan mengagumi pas yang ia habiskan bersama dengan tiap tiap orang yang ia temui.”

Walton meninggal dikelilingi oleh orang-orang yang dicintainya, kata keluarganya. Dia meninggalkan istri Lori dan putra Adam, Nate, Chris dan Luke — pemain pemenang kejuaraan NBA dan saat ini jadi pelatih.

Kata pelatih Pacers Rick Carlisle, yang merupakan rekan satu tim dengan Walton di Boston: “Dia dengan menantang berkompetisi di setiap momen dalam hidup untuk menjadi yang terhebat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *